Banyak orang menderita hipertensi,
penyebab gangguan ini bermacam-macam, seperti kelainan pembuluh darah di
ginjal, stress, gangguan kelenjar tiroid atau karena keturunan. Hipertensi
yang tidak di ketahui dan tidak di obati
dapat menyebabkan kelainan jantung, ginjal dan stroke. Dalam tahap awal,
hipertensi tidak menunjukan gejala. Karena itu sangat baik kalau kita melakukan
upaya pencegahan dengan olahraga secara rutin.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana
seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal.tekanan darah
seseorang tergolong tinggi kalau tekanan sistoliknya mencapai 140 mmHg atau
lebih, dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg . sistolik adalah tekanan darah pada
saat jantung memompa darah kedalam pembuluh darah nadi (saat jantung mengkerut
). Distolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot
darah kembali ( pembuluh darah mengempis kosong )
Sementara tekanan darah normal apabila tekanan darah sistoliknya kurang dari
130 mmHg dan distoliknya kurang dari 85 mmHg hipertensi merupakan kelainan yang
sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri, satu-satunya untuk mengetahiunya
adalah dengan mengukur tekanan darah secara teratur. Diketahui 9 dari 10 orang
yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya.
Itulah sebabnya hipertensi dijuluki pembunuh
diam-diam atau silent killer.seseorang baru merasakan dampak gawatnya
hipertensi ketika telah menjadi komplikasi. Hipertensi selain mengakibatkan angka
kematian yang tinggi juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan
yang harus di tanggung para penderita. Penyakit ini sebenernya dapat di
turunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orangtua terkena
hipertensi , maka kecenderungan anak untuk menderita gangguan ini lebih besar
dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita hipertensi.
LAKUKAN SECARA RUTIN
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, bila
hipertensi tidak diketahui dan tidak di obati dapat mengakibatkan :
·
Jantung
menjadi lebih besar, sehingga dapat menyebabkan kelainan jantung.
·
Penyempitan
saluran darah pada ginjal, dapat menyebabkan gangguan ginjal.
·
Mempercepat
mengerasnya pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan serangan penyakit
jantung atau stroke.
Hipertensi sering tidak memberikan gejala-gejala awal. Gejala
baru muncul setelah tekanannya tinggi, seperti pusing, muka marah, sakit
kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal dan
lain-lain.karena itu sangat baik kalau kita melakukan upaya mencegahan.
Hipertensi dapat di cegah dengan berbagai cara, salah satunya dengan olahraga
secara rutin. Bila seseorang melakukan olah, bersepeda, jogging, berenang atau
melakukan aktivitas aerobik lainnya.
Maka tekanan darah akan naik.misalnya selama melakukan latihan-latihan olahraga
aerobic, tekanan darah sistolik dapat naik dibandingkan dengan tekanan darah
waktu istirahat yaitu 110 – 120 mmHg. Segera setelah latihan olahraga
selesai, tekanan darah akan turun ,
bahkan sampai dibawah normalnya. Ini
dapat berlangsung selama 0,5 – 2 jam. Penurunan darah lebih drastis pada
penderita tekanan darah tinggi. Penelitian yang dilakukan pada penderita
hipetrensi, jalan cepat selama 45 menit di atas treadmill, menurunkan tekanan
darah sampai di bawah tekana darah
normalnya selama kurang lebih selama 2 jam. Penurunan darah ini disebabkan
karena pembuluh-pembukuh darah mengalami pelebaran. Jika latihan-latihan
olahraga di lakukan secara teratur, hal itu dapat menurunkan tekanan darah. Muncul
pertanyaan, kalau latihan-latihan olahraga dilakukan secara teratur, apakah hal
itu dapat mencegah atau mengobati tekanan darah tinggi?? Jawabannya adalah BISA
dari hasil berbagai penelitian ditemukan
bahwa latihan-latihan olahraga secara teratur dan cukup takarannya merupakan
senjata ampuh untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi.
PERHATIKAN JENIS DAN LAMANYA
Dari banyak penelitian dinyatakan bahwa penurunan tekanan
darah pada penderita hipertensi akan mulai nampak pada beberapa minggu setelah
latihan teratur. Dan penurunan tekanan darah tinggi akan terus berlanjut bila
latihan olahraga secara teratur dan cukup takarannya selama 3 bulan.
Olahraga apa yang paling efektif untuk menurunkan tekanan
darah tinggi??? Itulah pertanyaan yang paling sering muncul. Dari banyak penelitian ternyata olahraga yang
paling efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah
AEROBIK, yang dilakukan dengan intensitas latihan sedang, 3 – 5 kali per
minggu dan durasi latihan 20 sampai 60 menit
setiap kali latihan. Olahraga ternyata membuat
pembuluh-pembuluh darah rileks. Baik itu yang kronis maupun yang akut,
olahraga dapat memberikan perubahan-perubahan pada aktivitas syaraf, pada
reseptor hormon dan perubahan lokal pada
produksi zat-zat kimia tertentu. Penderita hipertensi aman berolahraga secara
rutin, asal jenis olahraga dan takarannya
betul. Namun bila hipertensinya cukup tinggi ( 180/110 mmHg ) maka
sebaiknya kondisi tekanan darahnya di turunkan terlebih dahulu. Bila tekanan
darahnya sudah lebih rendah dari batas-batas di atas, dapat mulai melakukan
latihan-latihan olahraga. Dan bagi mereka yang jantungnya membesar karena
tekanan darah, sebaiknya latihan-latihan
olahraga dilakukan dengan intensitas sedang-sedang saja. Dalam usaha untuk
menurunkan tekanan darah tinggi dengan latihan-latihan olahraga, sebaiknya
juga harus membiasakan diri untuk tidur
minimal 7 jam semalam. Usahakan agar dapat mengonsumsi makanan yang banyak
mengandung potasium, misalnya makan
buah-buahan, sayur-sayuran minimal 3
kali sehari. Selanjutnya kurangi konsumsi garam, jangan melebihi 1 sendok teh
sehari. Penting pula untuk diketahui adalah menghindari rokok dan alkohol.
Kedua bahan ini mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Bila ingin menurunkan
tekanan darah tinggi, cobalah lakukan langkah-langkah diatas.