Senin, 09 April 2012

MENCEGAH HIPERTENSI dengan Olahraga


Banyak orang menderita hipertensi, penyebab gangguan ini bermacam-macam, seperti kelainan pembuluh darah di ginjal, stress, gangguan kelenjar tiroid atau karena keturunan. Hipertensi yang  tidak di ketahui dan tidak di obati dapat menyebabkan kelainan jantung, ginjal dan stroke. Dalam tahap awal, hipertensi tidak menunjukan gejala. Karena itu sangat baik kalau kita melakukan upaya pencegahan dengan olahraga secara rutin.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal.tekanan darah seseorang tergolong tinggi kalau tekanan sistoliknya mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastoliknya lebih dari 90 mmHg . sistolik adalah tekanan darah pada saat jantung memompa darah kedalam pembuluh darah nadi (saat jantung mengkerut ). Distolik adalah tekanan darah pada saat jantung mengembang dan menyedot darah kembali ( pembuluh darah mengempis kosong )
Sementara tekanan darah normal  apabila tekanan darah sistoliknya kurang dari 130 mmHg dan distoliknya kurang dari 85 mmHg hipertensi merupakan kelainan yang sulit diketahui oleh tubuh kita sendiri, satu-satunya untuk mengetahiunya adalah dengan mengukur tekanan darah secara teratur. Diketahui 9 dari 10 orang yang menderita hipertensi tidak dapat diidentifikasi penyebab penyakitnya. Itulah sebabnya hipertensi dijuluki pembunuh  diam-diam atau silent killer.seseorang baru merasakan dampak gawatnya hipertensi ketika telah menjadi komplikasi. Hipertensi selain mengakibatkan angka kematian yang tinggi juga berdampak kepada mahalnya pengobatan dan perawatan yang harus di tanggung para penderita. Penyakit ini sebenernya dapat di turunkan dari orang tua kepada anaknya. Jika salah satu orangtua terkena hipertensi , maka kecenderungan anak untuk menderita gangguan ini lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki orang tua penderita hipertensi.
LAKUKAN SECARA RUTIN
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, bila hipertensi tidak diketahui dan tidak di obati dapat mengakibatkan :
·         Jantung menjadi lebih besar, sehingga dapat menyebabkan kelainan jantung.
·         Penyempitan saluran darah pada ginjal, dapat menyebabkan gangguan ginjal.
·         Mempercepat mengerasnya pembuluh darah arteri, yang dapat menyebabkan serangan penyakit jantung atau stroke.
Hipertensi sering tidak memberikan gejala-gejala awal. Gejala baru muncul setelah tekanannya tinggi, seperti pusing, muka marah, sakit kepala, keluar darah dari hidung secara tiba-tiba, tengkuk terasa pegal dan lain-lain.karena itu sangat baik kalau kita melakukan upaya mencegahan. Hipertensi dapat di cegah dengan berbagai cara, salah satunya dengan olahraga secara rutin. Bila seseorang melakukan olah, bersepeda, jogging, berenang atau melakukan aktivitas aerobik  lainnya. Maka tekanan darah akan naik.misalnya selama melakukan latihan-latihan olahraga aerobic, tekanan darah sistolik dapat naik dibandingkan dengan tekanan darah waktu istirahat yaitu 110 – 120 mmHg. Segera setelah latihan olahraga selesai,  tekanan darah akan turun , bahkan  sampai dibawah normalnya. Ini dapat berlangsung selama 0,5 – 2 jam. Penurunan darah lebih drastis pada penderita tekanan darah tinggi. Penelitian yang dilakukan pada penderita hipetrensi, jalan cepat selama 45 menit di atas treadmill, menurunkan tekanan darah sampai di bawah tekana  darah normalnya selama kurang lebih selama 2 jam. Penurunan darah ini disebabkan karena pembuluh-pembukuh  darah  mengalami pelebaran. Jika latihan-latihan olahraga di lakukan secara teratur, hal itu dapat menurunkan tekanan darah. Muncul pertanyaan, kalau latihan-latihan olahraga dilakukan secara teratur, apakah hal itu dapat mencegah atau mengobati tekanan darah tinggi?? Jawabannya adalah BISA dari hasil berbagai penelitian  ditemukan bahwa latihan-latihan olahraga secara teratur dan cukup takarannya merupakan senjata ampuh untuk mencegah dan mengobati tekanan darah tinggi.
PERHATIKAN JENIS DAN LAMANYA
Dari banyak penelitian dinyatakan bahwa penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi akan mulai nampak pada beberapa minggu setelah latihan teratur. Dan penurunan tekanan darah tinggi akan terus berlanjut bila latihan olahraga secara teratur dan cukup takarannya selama 3 bulan.
Olahraga apa yang paling efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi??? Itulah pertanyaan yang paling sering muncul.  Dari banyak penelitian ternyata olahraga yang paling efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi adalah AEROBIK, yang dilakukan  dengan  intensitas latihan sedang, 3 – 5 kali per minggu dan durasi latihan 20 sampai  60 menit setiap kali latihan. Olahraga ternyata membuat  pembuluh-pembuluh darah rileks. Baik itu yang kronis maupun yang akut, olahraga dapat memberikan perubahan-perubahan pada aktivitas syaraf, pada reseptor hormon dan  perubahan lokal pada produksi zat-zat kimia tertentu. Penderita hipertensi aman berolahraga secara rutin, asal jenis olahraga dan takarannya  betul. Namun bila hipertensinya cukup tinggi ( 180/110 mmHg ) maka sebaiknya kondisi tekanan darahnya di turunkan terlebih dahulu. Bila tekanan darahnya sudah lebih rendah dari batas-batas di atas, dapat mulai melakukan latihan-latihan olahraga. Dan bagi mereka yang jantungnya membesar karena tekanan darah, sebaiknya  latihan-latihan olahraga dilakukan dengan intensitas sedang-sedang saja. Dalam usaha untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan latihan-latihan olahraga, sebaiknya juga  harus membiasakan diri untuk tidur minimal 7 jam semalam. Usahakan agar dapat mengonsumsi makanan yang banyak mengandung  potasium, misalnya makan buah-buahan, sayur-sayuran  minimal 3 kali sehari. Selanjutnya kurangi konsumsi garam, jangan melebihi 1 sendok teh sehari. Penting pula untuk diketahui adalah menghindari rokok dan alkohol. Kedua bahan ini mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Bila ingin menurunkan tekanan darah tinggi, cobalah lakukan langkah-langkah diatas.

Tidak ada komentar: